Facebook Adopsi Technological Lock-In Baru

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Ahli teknologi sekaligus mahasiswa UCLA, Alyssa Ravasio (21) mengaku tetap mempertahankan ‘kesetiaannya’ untuk menggunakan Facebook, dibandingkan MySpace dan Twitter. Ia mengatakan bahwa Facebook memiliki sebuah konsep bernama "technological lock-in". “Saya rasa Facebook merupakan komoditi Internet paling valuable, lebih dari Google, karena mereka memposisikan diri mereka sendiri untuk menjadi identitas user online via Facebook Connect. Semuanya nama asli, teman asli, dan berasumsi mereka dapat mengatur privacy user dan bisa masuk ke login universal semua user.” ungkap Ravasio.

Technological lock-in merupakan ide yang diadopsi oleh lebih dari suatu komunitas dan semakin kecil kemungkinan pengguna untuk beralih. Hal tersebut pula yang mendasari mengapa keyboard QWERTY yang disusun di tahun 1870, masih menjadi standard daripada pengembangan konfigurasi yang lebih logis. Sementara Facebook yang mengklaim memiliki lebih dari 350 juta member di seluruh dunia, sudah mengaku menerima technological lock-in, menurut pengamat marketing web, Comscore.com.

Namun, Ravasio juga mengatakan bahwa Facebook memiliki kemungkinan akan kehilangan membernya jika tidak mengindahkan permintaan user, termasuk pengubahan setting privacy default yang lalu, yang telah membuat gambar pengguna Facebook tampil ke public tanpa otorisasi user yang bersangkutan.(h_n)




    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (1 dimuat)

  • Ditulis oleh Purba, 09 Februari, 2010 03:31:38
    hmm technological lock-in mempunyai konsep yg bagus, mengutamakan keaslian, tetapi .. saya rasa itu blm berjalan sebagaimana mestinya. contoh pengalaman pribadi, laptop saya dicuri teman sendiri (mengenaskan memang), alhasil saya hubungi semua teman-teman si pencuri lewat Facebook untuk sekedar memberikan warning ke mereka dan hal itu akhirnya diketahui oleh si pencuri dan dia memutuskan untuk menghapus teman-temannya termasuk saya dan mengganti foto dan nama facebooknya dengan identitas perempuan. Saya sudah melaporkan itu ke Facebook, tapi sampai sekarang, profile palsu si pencuri masih tetap aktif tuh :) image

Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker