Side Job : DO OR DON'T ?

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    dummy

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel Memiliki kerja sampingan? Boleh-boleh saja, asal tahu rambu-rambu dari perusahaan. Jangan sampai karena punya side job, pekerjaan utama Anda jadi terlantar.

Rasanya sudah biasa kalau karyawan banyak yang melirik kerja sampingan. Tingginya biaya hidup memaksa mereka memutar otak mencari penghasilan tambahan. Menghemat saja tidak cukup. Hanya mengandalkan gaji? Mungkin kebutuhan harian bisa tertutup. Tetapi, ada kebutuhan finansial lain yang juga harus dipikirkan. Semisal tabungan untuk pendidikan anak, investasi, kredit rumah, termasuk simpanan jika membutuhkan dana segar sewaktu-waktu. Ini semua jarang terpenuhi seratus persen dari gaji.
Namun, tak semua perusahaan mengijinkan karyawannya memiliki side job. Alasannya jelas, supaya konsentrasi bekerja tidak terganggu. Karena itu, sebelum Anda memutuskan mengambil side job, ada baiknya menyimak beberapa rambu berikut.

1. Kebijakan perusahaan
Coba cari informasi mengenai kebijakan perusahaan di tempat Anda bekerja. Bisa bertanya pada personalia, atau kalau sungkan – koreklah informasi dari rekan kerja yang senior. Siapa tahu, masih ada celah yang bisa Anda tembus. Ada perusahaan tertentu yang melarang sama sekali karyawannya berjualan di lingkungan kantor. Nah, kalau sedari awal Anda tahu, sebaiknya tidak dilanggar. Carilah alternatif side job yang lain. Yang pasti, perusahaan manapun tidak akan membiarkan karyawannya punya side job di bidang yang sama persis dengan pekerjaan utamanya.

2. Tetapkan tujuan
Ada banyak tujuan orang melakukan side job. Yang terbanyak adalah demi tujuan finansial. Tetapi ada juga yang sekedar memanfaatkan waktu luang, mengembangkan hobi atau mencari relasi. Nah, sebelum Anda memutuskan melakuan side job, pastikan dulu tujuan yang akan Anda raih. Dengan demikian, side job ini tidak akan mengganggu konsentrasi Anda pada pekerjaan utama.

3. Pilihlah pekerjaan yang tepat
Begitu Anda sudah menetapkan tujuan, maka side job yang sesuai sudah tergambar di depan mata. Ini agar kita bisa memilih side job yang tepat dan sesuai tujuan. Misal jika Anda ingin mencari relasi, mungkin karier di MLM bisa Anda jalani. Atau bila memang mencari penghasilan yang besar, maka tawaran sebagai pemain band di cafe tentunya tidak Anda tolak. Yang penting diingat, pemilihan side job ini tidak kontraproduktif dengan pekerjaan utama. Lebih baik bila bisa saling mendukung. Misalnya pekerjaan utama sebagai editor, dan memilih side job sebagai ghostwriter.

4. Prioritas kerja
Jangan lupa, side job adalah kegiatan di luar pekerjaan utama. Jangan sampai karena asyik mengerjakan side job – karena kebetulan pas banget dengan hobi – maka pekerjaan utama jadi tertinggal. Apalagi bila suatu saat ada benturan waktu dengan jam kerja resmi Anda. Misalnya, sebagai reporter freelance, Anda ditugaskan meliput suatu event selama beberapa hari, di luar kota lagi! Hal-hal seperti inilah yang menghasruskan kita membuat prioritas kerja. Mana kegiatan yang harus didahulukan, sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik. Pandai-pandailah membagi waktu dalam pengerjaan tugas.

5. Evaluasi kerja
Katakanlah Anda sudah memilih side job, bahkan sudah menjalaninya. Evaluasilah, bagaimana peta pekerjaan Anda sekarang. Apakah tujuan Anda memang tercapai atau tidak. Jangan-jangan, adanya side job ini membuat hidup Anda 'berantakan'. Tidak punya waktu lagi untuk beristrirahat atau bersosialisasi. Yang lebih buruk lagi, ternyata side job ini tidak memberi kontribusi positif seperti yang diharapkan. Sudan menyita waktu, tenaga, biaya, tetapi untungnya tidak sepadan. Kurang istrirahat dan kecapekan justru membuat Anda sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan utama Anda. Jadi rugi, kan?

Mungkin 5 langkah di atas bisa menjadi pertimbangan Anda, sebelum memutuskan menjalani side job. Bila Anda sudah melakukannya, kiat di atas bisa dijadikan bahan refleksi, supaya Anda tetap profesional di bidang yang Anda geluti.

Salam Sukses,
Dessy Danarti*




*Dessy Danarti adalah seorang manajer pada sebuah penerbitan swasta nasional. Di sela-sela kesibukannya mengurusi buku dan penulis-penulis, ia juga menulis buku.



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker