Kaspersky dan Virus Gpcode.ak

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: februari2010

Berapa nilai desain layout BeritaNet.com dengan skala 1 sampai 5?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Kasperky, vendor software antivirus yang cukup populer, menyatakan pada hari Senin (09/06) lalu, telah menemukan ide untuk meng-crack enkripsi yang digunakan oleh virus ‘blackmailer’. Ide meng-crack dapat dilakukan dengan cara mengunci data pada komputer korban. Langkah tersebut dinamakan Stop the Gpcode Virus dan telah diumumkan ke publik, terutama untuk orang yang ahli mengenai kriptografi dan para peneliti. Namun,  mengingat Kaspersky hanya mendapatkan sedikit informasi mengenai virus tersebut, kemudian Kaspersky mencoba meminta bantuan dari para ahli kriptografi dan peneliti untuk membongkar algoritma enkripsi RSA yang dipakai pada virus Gpcode.ak. Selain itu, Kaspersky juga membuka forum publik agar dapat digunakan untuk share informasi.

Minggu lalu, Kaspersky telah mendeteksi virus baru dari tipe Gpcode yang memegang data user sehingga user harus membayar tebusan untuk pengembalian data. Virus tersebut akan mengekripsi file user dalam harddisk dengan menggunakan algoritma RSA yang mempunyai kunci 1024 bit dan virus tersebut juga meninggalkan pesan kepada user, yakni user harus membeli dekriptor jika ingin datanya kembali dan menyediakan alamat email untuk berkomunikasi dengan attacker. Kaspersky memang telah menemukan variasi baru virus Gpcode, namun virus tipe baru tersebut jauh lebih rapat dan tidak bisa di-crack. Kaspersky merating virus baru tersebut dengan tingkat sedang.

User yang merasa komputernya telah terinfeksi dengan virus Gpcode tersebut, tidak dianjurkan untuk me-restart atau mematikan komputer. User dapat mengirim email ke kaspersky dengan informasi infeksi secara detail.(./h_n)

Gambar berikut merupakan screenshot dari komputer user yang terkena virus Gpcode :

Virus GPCode Screenshoot

 



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker