Detektor Tsunami

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 03July2009

Situs apakah yang Anda buka pertama kali setiap terhubung dengan Internet?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Setelah bencana tsunami melanda Indonesia tahun 2007, Indonesia masih berusaha mencari cara untuk memberi peringatan dini datangnya tsunami kepada masyarakat. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Amerika Serikat telah saling bekerja sama untuk mencegah terjadinya tsunami yang pernah terjadi di Indonesia. Wujud kerjasama tersebut dibuktikan dengan adanya alat buoy (pelampung) peringatan dini tsunami yang diterjunkan diterjunkan Kapal Baruna Jaya IV ke perairan selatan Bali.

Kepala BPPT, Said Djauharsjah Jenie, mengungkapkan bahwa buoy ini merupakan pengembangan dari sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia. Menurut Said, beliau merasa kecewa dengan buoy tsunami DART (Deep-ocean Assesment and Reporting of Tsunamis) II yang diluncurkan pada September 2007 terpaksa berhenti beroperasi pada bulan Maret 2008 karena adanya aksi vandalisme. Hal ini menyebabkan jumlah tsunameter semakin sedikit.

Cameron R.Hume, Duta Besar Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa AS akan terus membantu Indonesia untuk mengoperasikan sistem deteksi dini tsunami secara penuh. Menurut rencana,  akan dipasang 22 buoy di sepanjang perairan Indonesia dari selatan hingga ke utara, dengan 10 unit buatan Indoensia sendiri. Saat ini telah dipasang enam buoy, dua dipasang di perairan barat Sumatra, satu unit dipasang di Aceh Utara, satu di barat Sumatra, dan satu unit buatan BPPT yang telah diganti baru karena hilang.

Selain di Bali, BBPT juga telah menerjunkan Buoy Tsunami DART Easy To Deploy (ETD) di Tanjungpriok, Jakarta pada hari Selasa (10/06) kemarin. Dengan adanya buoy buatan AS  tersebut, telah menambah jumlah buoy yang ada di Indonesia menjadi tujuh unit. BPPT mengharapkan nantinya, dengan adanya tambahan buoy di Tanjungpriok, Jakarta, masyarakat akan terjaga dari tsunami, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya. (./h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang Bisnis : Pasang Iklan :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker