Posted: 12 Juni 2008 08:57:00 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 1363 kali

Setelah bencana tsunami melanda Indonesia tahun 2007, Indonesia masih berusaha mencari cara untuk memberi peringatan dini datangnya tsunami kepada masyarakat. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Amerika Serikat telah saling bekerja sama untuk mencegah terjadinya tsunami yang pernah terjadi di Indonesia. Wujud kerjasama tersebut dibuktikan dengan adanya alat buoy (pelampung) peringatan dini tsunami yang diterjunkan diterjunkan Kapal Baruna Jaya IV ke perairan selatan Bali.

Kepala BPPT, Said Djauharsjah Jenie, mengungkapkan bahwa buoy ini merupakan pengembangan dari sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia. Menurut Said, beliau merasa kecewa dengan buoy tsunami DART (Deep-ocean Assesment and Reporting of Tsunamis) II yang diluncurkan pada September 2007 terpaksa berhenti beroperasi pada bulan Maret 2008 karena adanya aksi vandalisme. Hal ini menyebabkan jumlah tsunameter semakin sedikit.

Cameron R.Hume, Duta Besar Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa AS akan terus membantu Indonesia untuk mengoperasikan sistem deteksi dini tsunami secara penuh. Menurut rencana,  akan dipasang 22 buoy di sepanjang perairan Indonesia dari selatan hingga ke utara, dengan 10 unit buatan Indoensia sendiri. Saat ini telah dipasang enam buoy, dua dipasang di perairan barat Sumatra, satu unit dipasang di Aceh Utara, satu di barat Sumatra, dan satu unit buatan BPPT yang telah diganti baru karena hilang.

Selain di Bali, BBPT juga telah menerjunkan Buoy Tsunami DART Easy To Deploy (ETD) di Tanjungpriok, Jakarta pada hari Selasa (10/06) kemarin. Dengan adanya buoy buatan AS  tersebut, telah menambah jumlah buoy yang ada di Indonesia menjadi tujuh unit. BPPT mengharapkan nantinya, dengan adanya tambahan buoy di Tanjungpriok, Jakarta, masyarakat akan terjaga dari tsunami, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya. (./h_n)


Komentar Anda

Artikel terkait



Info buku-buku IT terbaru

Down | Up